PIAGAM GUMI SASAK : JADILAH PENERUS YANG BAIK DARI YANG TERBAIK



Gumi Sasak merupakan sebuah tempat bagi orang-orang Sasak menggantungkan harapan dan kehidupannya. Di tanah tersebut, orang-orang Sasak melakukan serangkaian proses kehidupan dari generasi ke generasi mempunyai budaya-budaya yang banyak nilai positifnya dan melahirkan bagian-bagian penting yang harus diketahui oleh generasi mudanya. Penemuan prasejarah penting terdapat di Gumi Sasak ini. Penemuan situs sejarah yang paling penting untuk mengetahui kehidupan prasejarah di Gumi Sasak adalah penemuan benda-benda arkeologis di Gunung Piring, Truwai, kecamatan Pujut kabupaten Lombok Tengah. Sebagian besar penduduk Gumi Sasak adalah pemeluk agama Islam, sisanya penganut agama Hindu, Budha dan sebagian kecil beragama Kristen. Kehidupan antar umat beragama berjalan rukun dan damai. Kegairahan umat Islam dalam menjalankan kehidupan beragama terlihat dalam membangun tempat peribadatan, sehingga hampir di seluruh tempat di pulau Lombok terdapat masjid. Itulah sebabnya pulau Lombok dikenal juga sebagai “Pulau Seribu Masjid”.
Kebudayaaan di gumi sasak terdapat berbagai ragam budaya,kebudayaan membuat masyarakat Gumi Sasak harus benar-benar merespon atau menanggapi sikap pernyataan terhadap kebudayaanya tersebut. Seperti yang telah kita ketahui di Gumi Sasak ini banyak sekali jenis budayanya, baik itu berkaitan dengan sosial maupun agama. Kita sebagai penerus bangsa Sasak harus mensyukuri budaya-budaya yang di tinggalkan oleh para leluhur, karena pada dasarnya semua budaya tersebut mempunyai banyak makna positif yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu  kita sebagai generasi muda penerus bangsa Gumi Sasak  harus menjunjung tinggi nilai kebenaran yang ada di setiap kebudayaan yang kita miliki, supaya budaya tersebut tidak mengalami penyimpangan atau pergeseran makna yang sebenarnya, inilah tujuan dari di ciptakanya “PIAGAM GUMI SASAK” tersebut.
Berikut adalah isi dari Piagam Gumi Sasak sebagai berikut;
                                                               
Bismillahirrahmanirrahim
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan mata rantai sejarah kemanusiaan melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di gumi paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jati dirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jati diri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini. Beralih pencitraan budaya dan sejarah bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi bangsa imperior yang tak mampu tegak diantara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanah kefitrahannya sebagai sebuah bangsa. Sadar akan hal tersebut kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan Piagam Gumi Sasak sebagai berikut.
Pertama           :Berjuang bersama menggali dan menegakkan jati diri bangsa Sasak demi
kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua             :Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah
intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga             :Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-
karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai-nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat          :Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru  dengan kejatidirian
yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima             :Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu dan
berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.

Mataram, 14 Mulud tahun Jimawal/1437H
26 Desember 2015.
Ditandatangani bersama kami,
1.  Drs. Lalu Azhar                            
2. Drs. H. Lalu Mujtahid                   
3. Drs. Lalu Baiq Windia M. Si.
4. TGH. Ahyar Abduh 
5. Drs. H. Husni Mu’adz MA., Ph. D.
6. Dr. Muhammad Fadjri, M.A.
7. Dr. H. Jamaludin M. Ag.
8. Dr. Lalu Abd. Khalik M.Hum.                  
9.  Drs. H. A. Muhit Ellepaki, M. Sc.            
10. Dr. H. Sudirman M. Pd.
11. Dr. H.L., Agus Fathurrahman
12. Mundzirin S.H.
13. L. Ari Irawan, SE., S.Pd., M. Pd.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Sangat menginsfirasi dan menmbah kecintaan akan budaya bngsa

    BalasHapus
  3. Sasak terbaik tatap dilestarikan

    BalasHapus
  4. Bagus sekali sangat bermaanfaat akhi

    BalasHapus

Posting Komentar